Koleksi: フラットヘッド THE FLAT HEAD

■~Kerinduan pada Amerika pada masa itu~
 
Budaya Amerika pada periode antara berakhirnya Perang Dunia II dan dimulainya Perang Vietnam yang mengerikan itu sangat berpengaruh dan gemerlap.
 Banyak anak muda yang hingga kini ingin pergi ke Amerika mungkin bukan semata-mata karena Amerika adalah negara adidaya.
 Mereka mungkin masih memimpikan Amerika pada tahun 1950-an yang cerah, riang, dan benar-benar makmur.
 Produk-produk yang dirancang secara berlebihan, botol yang dibuat dengan sangat rumit hingga tampak lebih mahal daripada isinya.
 Itulah masa ketika mobil, sepeda motor, dan tentu saja busana dibuat dengan perhatian penuh hingga ke setiap detail.


■~Perpaduan masa kini dan masa lalu~
 "The Flat Head" mengusung tema untuk mewarisi cita rasa Amerika dari masa lalu yang indah itu sekaligus memadukannya dengan berbagai hal terbaik dari masa kini.
 Sebagai contoh, bahkan untuk sepotong celana jin, kesan pudar vertikalnya dibuat dengan gaya tahun 1960-an, sedangkan jahitan lilit pada simpul sabuk dan jahitan sempit pada saku belakang, serta teknik jahit lainnya, mengacu pada tahun 1950-an.
 Yoke pada bagian pinggul menggunakan benang nomor 6, yang kini dianggap sulit digunakan.
 Untuk siluetnya, tinggi pesak dibuat 1 inci lebih rendah daripada jin tahun 1950-an pada umumnya agar sesuai dengan tubuh orang Jepang masa kini.
 Dengan memadukan masa kini dan masa lalu, kami terus memikirkan dan mewujudkan pembuatan produk yang bukan barang habis pakai, melainkan menghadirkan nilai tambah baru melalui pemakaian jangka panjang—"50% saat produk dibeli, 70% saat dikenakan oleh pelanggan, dan 100% setelah dipakai hingga benar-benar menjadi milik pelanggan."